Selamat Tinggal Kanker

Hampir setengah tahun kita tidak berjumpa. Hari ini aku sengaja datang untuk memberikan kabar bahagia. Ah, alangkah bahagianya dirimu menyambutku. Sangat menyenangkan sekali bertemu denganmu. Pelukanmu, dekapanmu, ciuman lembut bibirmu di pipiku, aroma tubuhmu bahkan belaian lembutmu tidak berubah. Aku bisa merasakan betapa sayangnya engkau kepadaku. Tapi tunggu, aku merasa ada yang berubah dari tubuhmu. Ya, kau terlihat kurus dan kulitmu seperti sudah tua sekali, kulitmu keriput.

“Ta lihatlah, kuku-kuku jariku menghitam, tidak hanya kulitku saja yang bertambah keriput,” ucapmu.

Bahkan aku lebih terkejut lagi saat tutup kepalamu kau buka.

“Lihat, aku gundul sekarang sedikit sekali rambutku yang bersisa,” lirihnya.

Ya Allah, begitu berubahnya dirimu. Alangkah teganya aku hingga baru sekarang aku tahu bahwa sudah banyak perubahan dalam dirimu. Oh sungguh aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri, dimana Ita yang selama ini perduli, dimana Ita yang selama ini selalu menjengukmu dan dikala waktu luang menemanimu mengaji. Apakah aku sudah terlalu sibuk, hingga hal-hal yang penting sekalipun aku melupakannya. Maafkan aku.

“Ini semua karena dikemo Ta, sudah tiga kali,” sambil tersenyum kau mulai menjelaskan semuanya.

“Maaf bukannya tidak mau kasih tau Ita, tetapi saya tahu Ita sibuk sekali, apalagi Ita harus ngurusin Ibuk,” ucapnya. Kemudian dia menuturkan sudah tiga kali payudaranya dikemo dan sudah satu kali dioperasi. Setiap usai dikemo, efek sampingnya akan sangat terasa. Meskipun cara saat ini sudah tidak lagi melalui penyinaran.

“Kalau dulu kan pake disinar, kalau sekarang beda Ta, sekarang ini dimasukkan itu berbagai macam obat-obatan kalau tidak salah ada lima macam kedalam infus kita,” ungkapnya. Lalu menurutnya jika usai dikemo badan akan terasa seperti terbakar, lidah terasa panas, perut rasanya mual dan seperti naik roller coster seperti dibolak-balik. Selain itu, makan apapun tidak ada rasa, kulit bertambah keriput, rambut habis karena panas yang terasa amat sangat maka rambut pun rontok, kuku jari-jari tangan tampak menghitam dan pucak, tidak segar seperti layaknya kita orang yang sehat. Kemudian mata terlihat sangat melemah, pandangan layu dan wajah pucat. Lebih parah lagi setelah dikemo dua hari kemudian bahkan bisa terjadi gangguan ingatan.

“Pernah sehabis dikemo, usai baca Al Fatihah pas shalat saya tidak ingat sama sekali mau baca ayat apa, lupa bener-bener lupa, sampai saya berdoa dan berusaha Ya Allah saya mohon kepadamu Ya Allah agar dibukakan ingatku, Ya Allah. Rasanya sedih sekali, sampai saat shalat pun kita lupa, seperti sudah pikun,” imbuhnya sambil tetap menahan airmata.

Saat itu diriku benar-benar hancur mendengarnya. Tak tahan bahwa dia selama ini benar-benar menderita. Namun ucapannya yang lain benar-benar menyejukkan hati.

“Namun saya yakin, ini adalah TAKDIR yang harus saya jalani dan ini adalah anugerah dari Allah, semua orang yang ada disekat saya semakin sayang dan semakin perhatian, saya yakin Allah sayang sama saya,” ucapmu.

Ya Allah betapa tabahnya hambamu yang satu ini, semoga Engkau tersentuh Ya Allah dan hamba mohon kepada-Mu Ya Allah, berikan keputusan yang terbaik untuknya. Amin…

*** Untuk seorang Ibu yang sedang menghadapi kanker payudara semoga Allah selalu mendengar doa-doamu. Untuk siapapun yang membaca tulisan ini, saya berharap untuk mendoakan yang terbaik untuknya. Thanks.

Tentang orange

Lahir di Palembang, 3 Februari 1983
Galeri | Pos ini dipublikasikan di cerita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s