Jejak Hitam

Kelam aku memandangmu

Tanpa setitik pun warna putih

Semua hitam pekat

Bak arang kayu

Kelabu aku menatapmu

Begitu kelabunya menyerupai wedus gembel Merapi

Tetesan air mata lumpur pun membasahi pipi ini

Bukan karena lahar dingin

Tetapi…

karena eyelinerku yang luntur

Kelam smakin kelam aku meratap dalam kesedihan

Menggeliat, menerjang rasa ketersakitan

Smakin memberontak smakin pula menganga luka

Hingga akhirnya aku terdiam

Dan terus terdiam

Hanya diam

Meninggalkan jejak hitam

Tentang orange

Lahir di Palembang, 3 Februari 1983
Galeri | Pos ini dipublikasikan di puisi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s