Ground 18 Studio

Bagaikan mimpi, ngga pernah menyangka aku bakal punya studio musik. Meskipun peralatannya belum lengkap, tetapi menurutku sudah sangat lumayan. Sejak duduk di bangku kuliah D3, aku ingin punya drum sendiri.Saat itu, abang sering mengajakku ke rental band dekat kampus di Jl Lunjuk Bukit Besar Palembang. Meskipun, tidak bisa bermain musik, minimal aku nyanyi dengan suara yang fals (waakakkakak). Teman-teman, ak Fredy, Borok (Rudi), Hengky, Jaka’….aku rindu kalian smua. Kapan ya bisa main ke studioku?

Teman-teman, baru akhir tahun lalu (2010) mimpiku untuk punya studio tercapai. Sebenarnya hal ini ngga sengaja. Saat itu aku dan kluargaku sedang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, menunggu mbakyu Eti dari Jakarta. Alamak, pesawatnya delay sampai tiga jam. Untungnya kami udah makan hehehhehe (yang satu ini tidak bisa dilupakan hehehhe). Untuk mengisi waktu menunggu, aku dan Mas Pandu (sepupu) pun ngobrol ngalor ngidul tentang musik. Secara dia adalah seorang anak band (cie…………..anak band cuy). Akhirnya, kami pun sepakat untuk bertekad mendirikan sebuah studio.

Uang tabungan dan kebetulan ada rejeki dari sumur bor, kami awali dengan membeli drum. Drum warna merah, cantik menurutku. Begitu melihatnya di sebuah toko alat musik di Jl Jend Sudirman Palembang, aku langsung jatuh cinta. Hemmm…sudah lama sekali aku pengen punya drum. Ah rasanya seperti mimpi. Akhirnya aku punya drum. Selanjutnya, kami pun hunting bass. Lagi-lagi warna merah. Entahlah aku sepertinya jatuh cinta dengan warna merah. Mungkin, rasanya gagah dan berani. Berikutnya gitar, sound system, efek dan perlengkapan lainnya kami beli secara mencicil.

Lalu, ruang keluargaku pun penuh dengan peralatan band. Waduh, secara rumah kecil, bingung juga nich penuh dengan barang-barang ini. Belum lagi aku kesulitan klo mau main, apalagi tetangga pas sebelah rumahku baru melahirkan. yah urung dech mo ngedrum.

Tidak lama sekitar pertengahan bulan Februari 2011, kami pun mendapatkan tempat di sebuah ruko yang terletak sekitar 18 km dari pusat kota Palembang. Tidak seluruh ruko itu kami tempati, tetapi hanya lantai bawah saja alias bawah tanah. Jadilah, kami pun memberi nama rental band kami dengan “Ground 18 Studio”. ***

Tentang orange

Lahir di Palembang, 3 Februari 1983
Galeri | Pos ini dipublikasikan di bisnis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s