Aku Merasa Nyaman Bersamamu

11 Mei 2011 jam 8:54

“Memang aku pernah berjanji kepadanya untuk istikhoroh sampai akhir tahun dan pada akhirnya aku tidak melakukannya karena aku tidak perlu melakukannya sampai akhir tahun dan aku sudah bisa memutuskan dan keputusan itu aku yang menjalani dan ini kebahagianku idan kebahagianku adalah bersamamu bukan bersama dia, jika dia bilang bahwa kebahagiannku bersama dia itu kata dia dan itu dia yang bilang, bukankah aku yang merasakannya,salah dia sendiri kenapa dia mengaggap aku lebih padahal aku cuma menganggapnya teman, dia saja yang salah rasa. Masalah senioritas, itu memang perlu karena untuk memulai suatu hubungan baru itu tidak mudah. Aku tidak tahu siapa dia, sifatnya seperti apa, dalem-dalemnya, yang aku tahu dia merasa wah, serba wah dan hal itu yang aku tidak suka, aku suka yang biasa-biasa saja. Pokoknya permasalahan aku dan dia sudah selesai, dan pengalaman ini menjadi pelajaran berharga buat aku buat kedepannya buat kita, jangan sampai terulang lagi. Menoleh kebelakang sesekali itu perlu tetapi jangan terlalu sering karena perjalanan kita harus maju ke depan dan jalan ke depan lebih terjal dan panjang. Apapun, dirimu akan kupertahankan dan jika memang tidak bisa lagi kupertahankan maka lilahi Ta Allah, semuanya atas kehendak Allah.Yang pasti aku telah memilih dirimu dan aku percaya bahwa pilihanku tidak salah dan aku nyaman bersamamu.”

-Curhatan “sahabat sejati” di Rabu pagi yang cerah-

Tentang orange

Lahir di Palembang, 3 Februari 1983
Pos ini dipublikasikan di cerita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s